Cara sederhana Memelihara Kelinci mencakup empat hal, yaitu perkandangan yang baik, genetik kelinci, pemberian pakan yang baik dan pola pemeliharaan yang teratur. Pada awalnya kelinci adalah binatang liar yang lincah dan sulit untuk diternakkan. Tetapi usaha penjinakan telah lama dilakukan dengan tujuan sebagai binatang peliharaan yang lucu dan indah. Penjinakan hewan ordo Lagomorpha ini lakukan juga untuk menjadi bahan konsumsi dan hewan percobaan penelitian
Jika ingin kelinci kita tetap sehat, berikut tips yang bisa kita coba
1. Sanitasi yang baik. Agar kelinci nyaman dan mampu berkembang dengan baik, maka kandang dan lingkungan pemeliharaan harus selalu kering dan bersih. Lingkungan yang lembab dan kotor akan membuat hewan ini beresiko penyakit dan hama.
2. Gunakanlah perlengkapan kandang, seperti tempat menyimpan pakan dan tempat minum dari bahan yang mudah dibersihkan. Jangan gunakan bahan-bahan yang mudah pecah untuk menghindari terjadinya luka.
3. Pehatikan keadaan kandang. Tempat yang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan kelinci bersuhu sekitar 21 derajat celcius. Memiliki sirkulasi udara yang baik agar udara segar masuk dengan lancar. Bagi kelinci yang sedang bunting, suhu yang berubah-rubah dengan drastis membuat induk sulit melahirkan. Usahakan suhu selalu stabil dalam waktu cukup lama, baik panas atau dingin. Kondisi ini sangat baik untuk proses pelahiran bagi induk.
4. Lakukan pemeliharaan kandang dengan baik. Tempat minum dan pakan, alas kandang harus teratur dibersihkan dan diganti. Sisa pakan dan kotoran-kotoran harus senantiasa bersih. Bersihkan dengan air campuran lysol atau kreolin untuk kandang bekas kelinci yang sakit. Tindakan ini sebagai usaha pencegahan timbulnya penyakit.
5. Penerangan cukup. Salah satu cara memelihara kelinci adalah dengan melakukan penerangan yang stabil selama 12 jam. Usahakan sinar matahari langsung menyinari kandang, karena banyak bakteri bibit penyakit yang bisa terbunuh dengan sinar matahari. Gunakan cat berbahan ter atau kapur untuk dinding kandang.
6. Ketahui jenis dan manfaat pakan kelinci. Berikut ini jenis pakan konsumsi kelinci, di antaranya: kangkung, daun kacang, kol, daunturi, sawi, biji-bijian, kacang hijau, kacang tanah, padi, jagung, dedak, rumput gajah, bungkil-bungkilan, daun kacang panjang, dan sorghum. Rumput lapangan juga termasuk makanan yang menarik bagi binatang herbivora ini.
7. Kenali Penyakit Kelinci.
Mengenal Penyakit Kelinci
Kelinci yang sehat tentu kelinci yang bebas dari penyakit. Apa saja penyakit pada kelinci ?
• Kutu-kutu akan menyebabkan penyakit di bagian telinga. Cobalah meneteskan sedikit minyak nabati di bagian sakit untuk mengendalikan penyakit ini.
• Kudis berupa koreng-koreng di bagian tubuh karena hama darcoptes scabiei. Penyakit ini diobati dengan antibiotik berbentuk salep.
• Bisul yang terjadi karena darah kotor yang mengumpul di bawah kulit tubuh. Pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan operasi bedah kecil untuk mengeluarkan darah kotor tersebut. Lalu taburi luka dengan jodium.
• Eksim yang muncul karena kotoran-kotoran yang tidak segera dibersihkan hingga menempel lama di kulit. Penyakit ini diatasi dengan bedak salicyl atau salep eksim.
• Penyakit jamur yang tumbuh di kulit kepala. Gejalanya terlihat dengan timbulnya sisik-sisik di bagian kepala. Hal ini bisa dikendalikan dengan taburan bubuk belerang di bagian yang terkena jamur.
• Pilek akibat virus yang menyebabkan hidung basah dan berair terus. Lakukan penyemprotan antiseptik pada bagian hidung dengan teratur.
• Mata yang terus berair dan basah biasanya karena debu kotor dan bakteri. Gunakan salep mata untuk mengatasi penyakit ini.
• Mastitis, terlihat dengan gelaja susu yang sedikit keluar dan bahkan tidak keluar sama sekali. Gejalanya adalah puting susu yang mengeras dan panas. Biasanya hal ini terjadi pada betina yang memiliki anak. Cobalah untuk tidak melakukan penyapihan anak dengan mendadak. Lakukan proses penyapihan secara bertahap.
• Bakteri protozoa eimeira akan menyebabkan berak darah pada binatang. Peliharaan akan terlihat kurang nafsu makan, berat tubuh menurun dengan perut membesar, disertai dengan mencret darah. Pengobatan yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan campuran sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam setiap 1 liter air minum.
• Bakteri pasteurella multocida pada kelinci menyebabkan radang paru-paru. Hewan yang terkena penyakit ini akan mengalami sesak napas, telinga dan mata berwarna kebiruan. Obat Sul-Q-Nox biasa menjadi salah satu obat untuk mengendalikan penyakit ini.
Pemeliharaan kelinci di Indonesia belum maksimal dan pertumbuhan ternak kelinci belum termasuk sebagai sentra produksi, khususnya sebagai bahan pangan.
Hal ini tak lepas dari pengaruh minimnya teknologi peternakan kelinci yang belum berkembang merata di Indonesia. Hingga banyak peternak menggunakan cara memelihara kelinci dengan sederhana dan tradisional.
Gali terus pengetahuan tentang kelinci agar kita bisa memeliharanya dengan baik!
Sumber: anneahira.com
Makluk hidup memerlukan makanan untuk bertahan hidup, begitu juga dengan kelinci memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Ada berbagai macam jenis pakan kelinci yaitu pelet, wortel, ketela pohon, daun-daunan dan rumput-rumputan. Jadi alternatif untuk pakan kelinci ini sangat banyak tersedia di alam apalagi di Indonesia, yang memiliki tanah yang subur merupakan surga bagi tanaman yang tumbuh dengan subur dan melimpah. Kali ini akan dijelaskan mengenai jenis pakan kelinci berupa daun-daunan dan rumput-rumputan sebagai berikut :
1. Daun Pepaya (Carica papaya L.)
Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.
Daun Pepaya ini mempunyai manfaat yang penting untuk mengobati kelinci yang susah makan atau juga baik untuk regenerasi pertumbuahan tulang khususnya ketika kelinci yang masih umur 1 bulan sampe 3 bulan, jadi apabila kelinci mengalami kelumpuan di sebabkan karena kekurangan zat besi, dengan di kasih pakan daun pepaya ini nantinya akan menambah kekurangan zat besi tersebut.Daun Legetang
Daun ini biasanya tumbuh di kebun-kebun atau tegalan, dimana tanahnya sudah di olah dulu apalagi kalau tanah tersebut di tanami ketela pohon atau jagung. Jenis pakan ini sangat baik untuk makanan kelinci karena kalau kita cium aromanya wangi. Apabila pakan ini di kasihkan dalam jumlah banyak tidak akan menimbulkan masalah buat kelinci, justru kesukaan adalah daun ledetang ini.
2. Daun pisang
Khususnya adalah daun pisang saba yang dijadikan pakan kelinci, pakan ini biasa diberikan apabila kelinci kekurangan serat, yang mengakibatkan kelinci mencret.Akan tetapi jangan terlalu banyak dalam memberi pakan, diberikan untuk campuran saja.
3. Daun Rambanan
Jenis ini tumbuh dengan cara merambat seperti tanaman kacang-kacangan atau gulma-gulma yang merambat pada pohon-pohonan, pakan ini lumayan baik untuk kelinci karena memiliki kandungan air yang tidak banyak.
4. Daun Ketela Pohon
Kita kenal daun ini biasa di gunakan untuk di sayur atau buat lalapan, kelinci juga doyan jenis pakan ini, tapi tidak begitu suka diberikan sebagai selingan atau campuran saja
5. Daun Kangkung
Kandungan air dalam kangkung lumayan banyak, sehingga apabila di berikan dalam jumlah banyak harus dilayukan dulu gunanya untuk mengurangi kandungan air dalam daun kangkung karena kalau tidak dilayunkan dulu dapat mengakibatkan mencret pada kelinci dan pakan ini jangan sering di berikan karena air kencingnya akan bau pesing.
6. Daun Lontop (daun umbi jalar)
Daun umbi jalar memiliki kandungan air yang lumayan banyak, tapi lebih banyak dari daun kangkung. Biasanya kelinci suka banget dengan pakan ini, tapi jangan terlalu banyak karena mengandung air yang lumayan banyak, namun demikian apabila di berikan dalam jumlah banyak terlebih dahulu harus di layuakan agar kandungan airnya sedikit berkurang.
7. Rumputan
Biasa di temukan area persawahan, jenis pakan ini tersedia sangat melimpah akan tetapi kelinci tidak begitu suka namun demikian bisa dijadikan sebagai makanan selingan saja
Source: kelinci-shop.blogspot.com
Kamis, 03 Februari 2011