Tampilkan postingan dengan label Pernak-pernik Kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernak-pernik Kelinci. Tampilkan semua postingan

Bagi sebagian orang, daging kelinci jarang sekali menjadi pilihan menu makanan mereka, atau bahkan belum pernah. Mungkin karena ragu kehalalannya, atau tidak tega melihat kelinci yang lucu-lucu itu disantap dalam hidangan. Tetapi setelah mengetahui berbagai manfaat yang terkandung di dalam daging kelinci, akan merubah pola pikir orang untuk mencoba bahkan menjadikannya lauk pengganti selain daging ayam atau daging sapi.

Dari segi tekstur daging kelinci memiliki serat yang halus dan warna sedikit pucat, sehingga dapat dikelompokkan dalam golongan daging putih seperti halnya daging ayam.


Daging putih tersebut memiliki kadar trigeliserida/lemak rendah, glikogen tinggi dan kandungan kolesterol dibawah 5 %, sehingga dari segi kesehatan daging kelinci mampu menurunkan resiko kolesterol dan penyakit jantung karena mutu dagingnya lebih bagus dibandingkan daging lainnya, sehingga daging kelinci mampu menurunkan resiko kolesterol dan penyakit jantung.


Manfaat lain dari daging kelinci ini adalah untuk mengobati penyakit asma. Senyawa kitotefin adalah suatu zat yang terkandung di dalam daging kelinci, senyawa ini apabila digabungkan dengan lemak Omega 3 dan Omega 9 dapat bermanfaat sebagai penyembuh penyakit asma. Namun perlu diperhatikan agar kadar kotitefin tidak berkurang, dalam pengolahan daging tidak boleh dalam kondisi terlalu panas atau melebihi suhu 150 derajat celcius atau paling baik dimasak dengan direbus. Senyawa kitotefin ini paling banyak terletak pada bagian hati kelinci.


Selain itu kepala kelinci terutama pada otaknya bisa menambah kesuburan wanita. Walaupun hal ini belum diuji secara ilmiah, namun sudah ada beberapa pasangan yang mengkonsumsi otak kelinci untuk mengobati kemandulannya dan berhasil memiliki keturunan.


Jadi tunggu apalagi, dengan berbagai manfaat daging kelinci seperti, baik untuk yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, asma, untuk mengatasi kemandulan dan juga dagingnya enak dan gurih, maka tidak usah ragu lagi untuk mengkonsumsi daging kelinci sebagai lauk alternatif selain daging sapi dan daging ayam. Dan jangan meragukan lagi mengenai ke-HALAL-an daging kelinci, karena MUI telah mengeluarkan FATWA HALAL mengkonsumsi daging kelinci.

date Senin, 16 Mei 2011

Makluk hidup memerlukan makanan untuk bertahan hidup, begitu juga dengan kelinci memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Ada berbagai macam jenis pakan kelinci yaitu pelet, wortel, ketela pohon, daun-daunan dan rumput-rumputan. Jadi alternatif untuk pakan kelinci ini sangat banyak tersedia di alam apalagi di Indonesia, yang memiliki tanah yang subur merupakan surga bagi tanaman yang tumbuh dengan subur dan melimpah. Kali ini akan dijelaskan mengenai jenis pakan kelinci berupa daun-daunan dan rumput-rumputan sebagai berikut :

1. Daun Pepaya (Carica papaya L.)

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.

Daun Pepaya ini mempunyai manfaat yang penting untuk mengobati kelinci yang susah makan atau juga baik untuk regenerasi pertumbuahan tulang khususnya ketika kelinci yang masih umur 1 bulan sampe 3 bulan, jadi apabila kelinci mengalami kelumpuan di sebabkan karena kekurangan zat besi, dengan di kasih pakan daun pepaya ini nantinya akan menambah kekurangan zat besi tersebut.Daun Legetang

Daun ini biasanya tumbuh di kebun-kebun atau tegalan, dimana tanahnya sudah di olah dulu apalagi kalau tanah tersebut di tanami ketela pohon atau jagung. Jenis pakan ini sangat baik untuk makanan kelinci karena kalau kita cium aromanya wangi. Apabila pakan ini di kasihkan dalam jumlah banyak tidak akan menimbulkan masalah buat kelinci, justru kesukaan adalah daun ledetang ini.

2. Daun pisang

Khususnya adalah daun pisang saba yang dijadikan pakan kelinci, pakan ini biasa diberikan apabila kelinci kekurangan serat, yang mengakibatkan kelinci mencret.Akan tetapi jangan terlalu banyak dalam memberi pakan, diberikan untuk campuran saja.

3. Daun Rambanan

Jenis ini tumbuh dengan cara merambat seperti tanaman kacang-kacangan atau gulma-gulma yang merambat pada pohon-pohonan, pakan ini lumayan baik untuk kelinci karena memiliki kandungan air yang tidak banyak.

4. Daun Ketela Pohon

Kita kenal daun ini biasa di gunakan untuk di sayur atau buat lalapan, kelinci juga doyan jenis pakan ini, tapi tidak begitu suka diberikan sebagai selingan atau campuran saja

5. Daun Kangkung

Kandungan air dalam kangkung lumayan banyak, sehingga apabila di berikan dalam jumlah banyak harus dilayukan dulu gunanya untuk mengurangi kandungan air dalam daun kangkung karena kalau tidak dilayunkan dulu dapat mengakibatkan mencret pada kelinci dan pakan ini jangan sering di berikan karena air kencingnya akan bau pesing.

6. Daun Lontop (daun umbi jalar)

Daun umbi jalar memiliki kandungan air yang lumayan banyak, tapi lebih banyak dari daun kangkung. Biasanya kelinci suka banget dengan pakan ini, tapi jangan terlalu banyak karena mengandung air yang lumayan banyak, namun demikian apabila di berikan dalam jumlah banyak terlebih dahulu harus di layuakan agar kandungan airnya sedikit berkurang.

7. Rumputan

Biasa di temukan area persawahan, jenis pakan ini tersedia sangat melimpah akan tetapi kelinci tidak begitu suka namun demikian bisa dijadikan sebagai makanan selingan saja

Source: kelinci-shop.blogspot.com

.


date Jumat, 14 Januari 2011

Sumber:

Buku Saku Peternakan. 2009. Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Propinsi Jawa Tengah.

date Selasa, 08 Desember 2009

Dewasa kelamin pada kelinci tidak memiliki tanda-tanda birahi yang teratur. Masa birahi betina muda kadang-kadang cukup lama, tapi tak mudah terlihat. Betina yang masih muda dapat coba dikawinkan pada umur 5,5 bulan. Kalau belum mau kawin, dicoba lagi tiap 10 hari sampai umurnya 6,5 bulan. Pada masa ini kelinci betina sudah dapat dikawinkanpaksakan.

Kelinci betina siap kawin, tanda-tanda birahinya nyata, seing tampak gelisah. Kalau di dalam kandang tak ada pejantan, ia akan berusaha bergabung dengan kelinci jantan yang ada pada kandang yang berdekatan dengannya. Ia suka menggosok-gosokkan dagunya pada sesuatu atau sesama betina. Vulvanya basah, berwarna merah jambu atau merah. Ketika vulva berwarna merah jambu artinya atau merah, artinya kelinci betina berada pada masa subur. Kalau warnanya masih putih atau pucat, perkawinan akan gagal, bahkan mereka bisa berkelahi. Sebaiknya perkawinan ditunda 2-3 hari lagi, sampai vulvanya berwarna merah jambu.

Kelinci betina yang sudah menunjukkan tanda-tanda siap kawin, kalau tidak segera dikawinkan, sel telurnya masih tetap subur sampai sekitar 2 minggu kemudian. Setelah itu kesuburannya berangsur-angsur berkurang. Periode birahi berikutnya terjadi saat sel telurnya kembali masak dan subur.

Sel telur dapat dibuahi karena adanya rangsangan pejantan sewaktu mengawini. Sel telur masak akan turun 10 jam kemudian sesudah kawin, sehingga siap dibuahi. Pengulangan perkawinan sekitar 8 jam kemudain baik sekali hasilnya, karena pembuahan sel telur akan berlangsung 1-2 jam setelah ovulasi.

Sumber: Kelinci Potong dan Hias oleh B Sarwono

date Selasa, 01 September 2009

Orang bodoh akan bilang, kelinci tidak layak digarap karena belum jelas pasar penjualannya. Sedangkan orang cerdas akan berkata “inilah lahan usaha baru yang menantang karena belum banyak orang menggarapnya sehingga kita tidak perlu repot bersaing dengan kompetitor.” Orang yang tak mau maju bilang, pasar kelinci sangat sulit. Karena itu kita tidak layak ternak dalam jumlah banyak. Orang yang berpikir maju berkata, pasar kelinci justru mudah karena bisa dijual di kandang, tak perlu repot-repot membuka pasar. Lebih cerdas lagi kalau mau mengolah hasil panen untuk dendeng kelinci, bakso, sate, abon, atau kerupuk kulit kelinci. Pemasaran bisa dilakukan secara konvensional dengan menawarkan barang unik berkualitas tiada tanding. Harga jual mahal pun tidak masalah karena daging kelinci adalah daging ekseklusif.

Orang pesimistis bilang, masyarakat kita tidak suka daging kelinci. Orang optimistis berkata, “kelinci mimiliki daging paling berkualitas di antara hewan lain sehingga layak dijadikan konsumsi protein hewani. Adapun masalah psikologis seperti kurang nyaman memakan daging kelinci bisa disiasati dengan pengemasan yang baik agar pembeli tidak teringat oleh kelucuan kelinci.” Kandungan gizi yang baik akan menjadi isu promosi yang mendrongkrak penjualan karena akhir-akhir ini banyak daging hewan tidak sehat di pasar. Orang pengecut bilang, takut beternak kelinci karena kelinci gampang mati. Orang cerdas dan berani bilang, resiko kematian menimpa setiap makhluk hidup. Masalah kelinci mati ada sebabnya, dan sebuah tantangan yang biasa bagi kita untuk mengatasinya. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak peternak yang sukses. Orang bodoh bilang, ternak kelinci membutuhkan banyak modal, antara lain kandang rumah, kandang baterai, peralatan dan obat-obatan sehingga akan menguras penghasilan. Orang cerdas berkata, tidak ada ternak yang tidak memakai modal. Modal besar sekalipun tidak masalah karena akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar.

Orang cerdas akan mengambil peluang ternak atau bisnis kelinci sebagai potensi. Dengan inilah ia pasti serius menggali pengetahuan secara mendalam sehingga ia tidak salah melangkah. Apa langkah-langkah yang mesti dilakukan oleh orang cerdas dalam beternak?

Pertama, mengetahui secara luas dan mendalam tentang seluk-beluk kelinci. Dunia perkelincian tidak bisa dikenali cukup dengan satu dua bacaan, apalagi sekedar infomasi lewat telpon/sms seperti kebanyakan orang. Kita jangan sok praktis dengan bertanya sekali dua kali atau hanya melihat satu dua peternakan lantas berkata, “aku bisa menjalankan usaha.” Sikap sok tahu ini sebenarnya milik orang bodoh. Akan lebih baik jika mula-mula sebelum banyak bertanya kepada orang kita membaca buku kelinci secara lengkap, termasuk buku yang membicarakan bisnis dan pemasarannya. Kenapa demikian? sebab setiap orang pasti akan bertanya, kemana menjualnya? harganya berapa? dan seterusnya. Kebanyakan orang kita masih awam dalam hal ini. Supaya cerdas dan memperoleh ilmu secara cepat sebaiknya membaca buku panduan terlebih dulu. Ini lebih efektif dan murah dibanding banyak bertanya lewat telpon maupun datang jauh-jauh ke peternak. Orang bodoh bilang, harga buku mahal, dan karena itu lebih suka menghabiskan pula atau plesiran dengan biaya tinggi. Sementara orang pinter bilang, harga buku murah karena dengan beberapa buku ia akan dapatkan ilmu pengetahuan yang luas.

Kedua, setelah membaca buku barulah kemudian studi lapangan datang langsung ke peternak, syukur langsung magang. Dengan bekal pengetahuan teori dari buku, kita akan bisa membenturkan antara teori dengan praktik. Harus disadari pula bahwa pengetahuan yang baik selalu memakai pendekatan antara teori dan praktik secara bersamaan.

Ketiga, teruslah belajar dan bekerja dengan giat. Tidak ada usaha tanpa resiko dan tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Bukan hanya di peternakan kelinci, melainkan di sektor usaha manapun. Semua harus diusahakan secara sungguh-sungguh agar potensi usaha yang baik tidak terbengkelai. (muzaki ahmad, peternak kelinci Probolinggo)

date Jumat, 28 Agustus 2009

medicine

Memelihara kelinci merupakan kegiatan yang menurut kami seh menyenangkan karena bisa untuk menghibur diri dengan melihat tingkah lakunya. Di sisi lain kadang kita dipusingkandengan kondisi kelinci yang tiba- tiba sakit bahkan mati mendadak. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor makanan (mengingat pencernakan kelinci yang peka terhadap makanan, perubahan cuaca serta akibat serangan penyakit.

Diluar faktor makanan tadi yang cukup dominan penyebab kematian pada kelinci adalah serangan cuaca serta perubahan cuaca. Untuk menghindari kedua faktor diatas kami menyarankan agar kelinci secara berkala diberikan vitamin (misal vitamin B Komplek, T***ex, dsb) hal ini untuk menjaga kondisi kelinci agar fit serta tahan terhadap kondisi yang bisa memicu terjadinya stress.

Disamping itu dengan tersedianya obat -obatan kita dapat dengan cepat menanggulangi serangan2 penyakit yang ringan semacam gatal2, scabies dsb. Cukup banyak obat- obatan khusus kelinci yang tersedia di pasaran. Kita ndak ingin kan peliharaan kita tiba2 sakit ato mati hanya gara- gara kurang vitamin ato terserang penyakit ringan. Oh iya jangan lupa mencari info tentang lokasi dokter hewan di sekitar anda hal ini untuk penanganan lebih akurat terhadap penyakit2 yang kita tidak mampu menangani sendiri demi koleksi kesayangan kita.

date Kamis, 06 Agustus 2009

Tak ada yang tahu sejak kapan kelinci mulai diternakkan. Konon, di Afrika beberapa abad yang lalu disebut sebagai yang pertama kali dimulainya pemanfaatan kelinci sebagai hewan peliharaan. Kemudian terus berkembang ke kawasan Mediterania sekitar 1.000 tahun yang lalu. Dari hasil peternakan di Mediterania itulah kelinci kemudian mulai menyebar ke daratan Eropa. Kemudian setelah bangsa Eropa memutuskan bermigrasi ke berbagai benua baru yang ditemukan, maka hewan kelinci turut menyebar ke berbagai pelosok dunia. Termasuk di dalamnya penyebaran ke Benua Amerika, Australia dan Asia.

Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran.
Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.
Sebenarnya kelinci-kelinci sendiri terdiri dari berbagai macam ras dan jenisnya. Ada ras Alaska yang berasal dari Jerman. Kemudian ras Angora yang sebenarnya berasal-usul kurang jelas. Menurut ceritanya, ras Angora ini pertama kali ditemukan oleh pelaut Inggris yang kemudian membawanya ke wilayah Prancis sekitar tahun 1723.
Jenis ras yang lain adalah American Chincilla yang kemudian dibedakan lagi atas tiga tipe, yaitu tipe standar, besar dan giant alias raksasa. Khusus untuk yang bertipe giant ini bila dewasa bisa berbobot mencapai 6-7 kg.
Sedangkan jenis ras Champagne d’ Argent, yang asli berasal dari Prancis, mempunyai ciri-ciri bulunya berwarna putih perak. Atau jenis ras yang lain seperti Carolina yang merupakan persilangan antara kelinci spesies New Zealand white dan New Zealand red. Ras Caroline ini sangat terkenal di Eropa sebagai kelinci penghasil daging.
Ada lagi jenis ras Dutch yang terkenal di seluruh dunia sebagai jenis kelinci peliharaan. Warna bulunya khas, kerena mempunyai bulu melingkar seperti pelana berwarna putih dari pinggang terus ke leher sampai ke kaki bagian depan. Sebenarnya banyak lagi jenis ras kelinci yang lain, seperti ras Himalayan, Flemish giant, Havana, Lop yang berciri khas mempunyai kuping yang terkulai ke bawah, Polish, Rex, Satin, Silver, Simonoire, Siamese Sable dan banyak lagi yang lain lengkap dengan ciri khas masing-masing.
Di Indonesia sendiri sebenarnya ada jenis kelinci lokal tersendiri. Tapi dimungkinkan jenis kelinci lokal yang ada di Indonesia adalah jenis kelinci berketurunan ras Dutch. Ras ini dikenal sebagai ras asli dari Negeri Belanda, jadi mungkin saja dahulu orang-orang Belanda yang bermigrasi ke Indonesia sempat membawa kelinci ini dari kampung halamannya dan mengembangbiakkannya di sini.
Ras kelinci Dutch ini punya ciri bentuk tubuh yang kerdil, sehingga lazim disebut kelinci mini, merupakan kelinci terkecil di dunia. Biasanya jenis ini dipelihara hanya untuk hiasan dan cocok untuk mainan anak-anak. Dengan bentuk tubuh pendek, kepala agak bulat, bentuk telinga tegak dan mempunyai panjang hanya sekitar lima sentimeter. Biasanya kelinci ini berbulu sangat bagus dan berwarna putih. Sedangkan ciri lainnya mempunyai mata berwarna merah.

Sumber: http://www.indonesiaindonesia.com/f/49846-kelinci/

date Kamis, 23 Juli 2009

Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci hias, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih beauty rabbit yang baik dari penjual kelinci. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit jenis kelinci dari penjual kelinci hias yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya jenis kelinci hias yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis rabbit bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci hias di penjual kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan mata beauty rabbit di penjual kelinci hias layu dan kurang jernih, itu menandakan jenis kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit jenis kelinci hias yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.

Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar rabbit itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat.

http://www.sinarharapan.co.id/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di
Kelinci Hias - Beauty Rabbit - Jual Kelinci - Jual Kelinci Hias - Jenis Kelinci - Jenis Kelinci Hias - Kelinci - Rabbit dan Kelinci Hias / Beauty Rabbit: Jual Kelinci Hias-Jenis Kelinci Hias Jakarta di 88db.com


Sumber: http://overload84.blogdetik.com/tag/merawat-kelinci/

date

Sebelum memutuskan untuk memelihara kelinci hias, ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana kiat-kiat memilih beauty rabbit yang baik dari penjual kelinci. Bagaimana cara membuat dan mengurus kandang serta bagaimana cara memilih makanannya.
Memilih bibit jenis kelinci dari penjual kelinci hias yang baik sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Biasanya jenis kelinci hias yang sehat memiliki sifat yang lincah dan aktif, gerakannya energik dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum biasanya bibit kelinci yang baik memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut; pertama memiliki kepala yang sesuai dengan ukuran badan.
Kelinci yang baik bila bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar membutuhkan kepala yang besar juga dan begitu pula jenis rabbit bertubuh kecil yang baik adalah yang memiliki jenis kepala kecil juga.
Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk hampir semua tipe ras kelinci hias di penjual kelinci, seperti Dutch, Havana, Standard Chincilla, Lilac dan ras kelinci lainnya.
Kelinci yang sehat juga biasanya bermata bulat bercahaya, selaput matanya bersih, mempunyai pandangan yang cerah dan jernih. Bila pandangan mata beauty rabbit di penjual kelinci hias layu dan kurang jernih, itu menandakan jenis kelinci tersebut sedang sakit atau kurang baik kondisi fisiknya.
Lihat juga bagian hidung, moncong dan mulutnya apakah dalam keadaan bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab kemungkinan terserang pilek.
Selain bentukan kepala dan wajah bibit jenis kelinci hias yang baik juga haruslah berkaki normal. Cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Lebih baik bila kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk seperi huruf O atau X, sedangkan kaki yang baik cirinya lurus dan sempurna.

Ciri lainnya adalah berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singset. Kondisi seperti ini menunjukkan keadaan fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan jumlah daging yang banyak. Sedangkan tambahan referensi lain tentang kelinci yang sehat adalah biasanya berkulit licin dan tidak berasa benjol-benjol bila diraba. Berbulu bersih, licin, halus, mengkilat dan rata. Berdubur bersih, kering dan tidak terdapat tanda-tanda kotoran bekas mencret.
Juga lihat ekornya. Bila terlihat ekornya kecil, tumbuh lurus ke atas dan tampak menempel ke punggung serta bentuknya tidak miring atau rebah ke samping/terpuntir berarti memang benar rabbit itu bagus adanya. Dan sebaliknya bila ekor tidak lurus ke atas berarti kelinci tersebut cacat.

http://www.sinarharapan.co.id/

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di
Kelinci Hias - Beauty Rabbit - Jual Kelinci - Jual Kelinci Hias - Jenis Kelinci - Jenis Kelinci Hias - Kelinci - Rabbit dan Kelinci Hias / Beauty Rabbit: Jual Kelinci Hias-Jenis Kelinci Hias Jakarta di 88db.com

date

Di Bandung, Jawa Barat, Rudy telah memiliki kandang berbaterai berisi sekitar 1.300-2.000 indukan, dan mempekerjakan kurang lebih 50 orang. Setiap minggunya ia biasa mengirim kelinci hias ke seluruh pet shop di Jakarta dan sekitarnya sebanyak 600-700 ekor. Namun bukan hanya kelinci hias atau penjualan pellet saja, Rudy bertutur, terdapat beberapa penghasilan tambahan lain pula. Pasalnya baik urine (air kencing) atau feces (kotoran) kelinci memiliki nilai jual tinggi. Urine yang ditampung lalu dikemas dalam botol dan diberi label, dijual sebagai pupuk organik Rp 10.000,00/liter. Dalam sebulan paling tidak ia bisa mengumpulkan 1.500 botol. Sementara itu feces dicampur dengan abu sekam sisa bahan bakar pabrik tahu miliknya, di Jakarta laku Rp 6.000 per sak sebagai pupuk tanaman. “Setiap minggu kita bisa kirim sekitar 800 karung. Lebih gede sampingannya,” imbuhnya sambil tersenyum.

Kelinci HiasMenurutnya, beberapa waktu terakhir prospek cerah kelinci hias semakin bertambah setelah merebak kasus flu burung. Sedikit demi sedikit binatang unggas mulai ditinggalkan, kemudian orang ganti melirik kelinci. Maka sebagai antisipasi akan permintaan pasokan yang terus meningkat ia mengembangkan plasma di daerah Ciwidey dan menyiapkan sebuah lokasi berkapasitas lebih besar di Cipanas. “Ke depan akan ramai sampai ke luar kota. Kita sudah masuk sampai ke Samarinda, dan Papua,” ujar pengusaha yang kini sudah merambah budidaya hamster, sapi perah, pabrik tahu, hingga jual-beli perusahaan tersebut.

Bisnis penangkaran hamster pria kelahiran Jambi 1972 ini pun boleh dibilang berhasil. Tiap minggu Rudy dapat menjual 2.000-3.000 ekor binatang pengerat mirip tikus tersebut ke seluruh Jabodetabek, ditambah ekspor sebulan sekali sebanyak 3.000 ekor ke Arab Saudi. Bersamaan dengan itu ia juga mengirim kelinci hias sekitar 300-400 ekor tiap satu atau dua bulan sekali.

Menyinggung pengembangan budidaya kelinci hias dengan sistem plasma, Rudy berujar, jikalau hal itu relatif lebih mudah dijalankan, dikarenakan beternak kelinci lebih bagus apabila tidak dipelihara dalam satu kelompok berjumlah besar. Alasan utama pengelolaan akan lebih mudah dilakukan, seperti merawat kebersihan kandang dan mengawinkan indukan setiap hari.

“Saya punya planning di masa depan akan mengajak kerja sama pemerintah, kalau nanti sudah siap, saya akan menyiapkan bibit yang bagus sekitar 5.000 ekor untuk proyek masyarakat di daerah tertinggal. Kelinci itu berkembang biaknya cepat, sehingga minimal membantu penyediaan protein hewani,” katanya seraya mengaku, pada awalnya pun ia hanya berpikir untuk berbisnis kelinci potong, bukan untuk binatang hias. “Karena di Jakarta ternyata lebih respek untuk hias,” imbuhnya beralasan.

Sejarahnya, selepas terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998, mantan karyawan di perusahaan IT tersebut mulai mencari kesempatan membuka usaha sendiri. Setelah sekian waktu menimbang-nimbang, tahun 2000 ia tertarik pada budidaya kelinci yang menurutnya waktu itu belum banyak pesaing. Saat itu dia mempercayakan modal Rp 12 juta kepada salah seorang kenalan untuk mengelola usaha tersebut di Cianjur, Jawa Barat. Tetapi sayang tidak berjalan mulus, hanya berjalan 3 bulan akhirnya berantakan.

Tidak patah semangat, tahun 2001 ia mulai usaha kelinci hias tersebut di daerah Bandung dan tidak lagi mengandalkan orang lain, melainkan ditangani sendiri. Rudy juga gigih dalam hal pemasaran, seminggu sekali, atau tiap ada kesempatan, ia sambangi setiap pet shop di Jakarta satu per satu, sehingga akhirnya membuahkan hasil. Meskipun pada awalnya banyak yang kurang yakin kelinci bisa hidup dengan hanya diberi makanan pellet, namun setelah terbukti, seterusnya pemasaran pun berjalan lancar. Bahkan khusus untuk pakan, dalam sebulan ia bisa menjual sampai 20 ton dengan harga Rp 4 ribu- Rp 6 ribu per kilogram.

“Saya mulai, benar-benar dari nol. Dari semula berupa kandang kayu, sekarang sudah punya kandang kawat. Syukurlah, sekarang kita juga akan segera memperluas usaha di Cipanas, lahan sudah disediakan. Rencananya berkapasitas muat 5000 ekor indukan,” tuturnya. Omsetnya, sebulan jelas mencapai ratusan juta. Kurang percaya? Silahkan dibuktikan sendiri!

date Senin, 13 Juli 2009

Budidaya kelinci memang menggiurkan. Apalagi kelinci hias, harganya bisa 10 kali lipat harga kelinci konsumsi. Urine dan fecesnya pun bisa dijadikan fulus. Wiyono

Apabila hobi Anda berwisata kuliner pasti sependapat bahwa restoran dengan menu daging kelinci kian menjamur. Teksturnya yang lembut dan gurih makin digemari karena kandungan kolesterol daging kelinci jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing sehingga lebih sehat bila dikonsumsi. Sejatinya budidaya kelinci telah lama pula dilakukan orang. Sebab keuntungan beternak kelinci lumayan menggiurkan. Binatang ini sudah siap kawin ketika memasuki usia enam bulan dan masa buntingnya relatif pendek, yakni 29-31 hari. Sekali reproduksi kelinci beranak 4-12 ekor anak, artinya tidak butuh waktu lama untuk mencapai titik impas usaha.

Namun tidak hanya itu, seiring berkembangnya kelompok masyarakat penyuka binatang hias, hewan imut-imut bertubuh mungil dengan bulunya yang lembut itu telah masuk hitungan sebagai incaran para pehobi. Maka dari sisi nilai ekonomi jelas semakin menguntungkan.

Rudy Hustamin yang telah lebih dari tujuh tahun menggeluti usaha ternak kelinci, khususnya kelinci hias, mengatakan hal serupa. “Lebih menguntungkan kelinci hias karena bermain di dunia hobi. Kalau berhubungan dengan hobi orang tidak pernah melihat uang, berapa saja berani. Jenis New Zealand untuk konsumsi dilepas di pasaran dengan harga Rp 10.000. Sedangkan kelinci hias jenis hotot dijual Rp 100.000,” ujarnya.

Lebih rinci, kelinci hias mulai memiliki nilai jual setelah 2,5 bulan. Dalam setahun seekor indukan mengalami tiga kali masa kawin atau tiga kali bunting. Taruh kata, rata-rata sekali beranak melahirkan 5 ekor, berarti dalam setahun menghasilkan 15 anakan. Dengan harga jual Rp Rudi Hustamin75.000,00-Rp 100.000,00, maka setahun per ekor bisa menghasilkan pendapatan hingga Rp 1.500.000,00, dengan kelangsungan hidup mencapai umur 4 tahun. Indukan yang sudah tidak produktif tersebut masih memiliki nilai ekonomis, yakni sebagai hewan potong di resto atau warung sate kelinci.

Memang benar, untuk memenuhi selera konsumen, Rudy tidak hanya mengandalkan satu jenis kelinci lokal, melainkan juga mendatangkan beberapa jenis kelinci hias dari luar negeri, seperti lop, angora, rex, hotot, dutch, dwarf, lion, maupun flemish giant. Perbedaannya, apabila kelinci lokal secara fisik bagian mulut dan telinganya lebih panjang, tubuhnya relatif lebih besar dengan bobotnya 2-3 kg dan biasanya terdapat pola-pola di atas bulu, kelinci jenis impor lebih variatif. Ada kelinci berjenis kuping turun, kuping kecil, dan sebagainya. Kelinci jenis hotot yang paling besar bobot tubuhnya hanya 1,5 kg. Tetapi terdapat pula kelinci impor, yakni flemish giant, per ekor beratnya bisa mencapai 10 kg.

Untuk segi pemeliharaan, secara umum antara kelinci hias dengan kelinci lokal, yang sebagian besar hanya untuk keperluan konsumsi, tidak berbeda jauh. “Tetapi karena asalnya dari luar negeri maka perlu sedikit adaptasi. Kelinci hias lebih gampang mati, kelinci lokal tidak,” Rudy menjelaskan. Yang paling pokok, setiap hari kebersihan kandang harus dijaga. Sebab kalau tidak, binatang-binatang ini rentan penyakit, terutama diare, scabies, dan radang paru-paru.

Sementara itu mengenai biaya operasional, khususnya pakan kelinci hias, peternak tidak boleh hanya bergantung pada rumput atau kangkung saja melainkan harus disertai makanan tambahan. Tapi jangan khawatir, dalam hitungan akhir, jatuhnya biaya malah lebih murah. Rudy mengaku biasa memberikan pellet buatan dari bahan dedak, bungkil kedelai, dan ampas kelapa. Dalam sebulan ia bahkan memproduksi sendiri tidak kurang dari 20 ton pellet untuk dipasarkan dengan berbagai nama merek. “Kita punya induk sekitar 1.300 ekor, hanya membutuhkan sekitar 6 karung rumput setiap hari, ditambah pakan konsentrat 70 kg. Efisien sekali, kalau hanya pakai rumput, sehari harus satu truk,” akunya.

date

Artikel di ambil: http://www.sinartani.com/ternak/integrasi-ternak-kelinci-pada-areal-tanaman-hortikultura-1244434691.htm

Dalam usaha budidaya ternak kelinci sebagai penghasil daging dianggap lebih menguntungkan/dibandingkan ternak lain, terutama ruminansia. Hal ini disebabkan kelinci merupakan ternak prolifik, dapat bunting dan menyusui, pada waktu yang bersamaan, interval beranak cepat dan dapat tumbuh cepat.

Berbagai keuntungan ekonomi pada usaha skala kecil dan menengah antara lain (i) kebutuhan modal tetap dan modal kerja yang relatif kecil, (ii) pakan tidak tergantung pada bahan baku impor dan mampu mengkonsumsi hijauan dan produk limbah secara efisien dan tidak bersaing dengan pangan, (iii) mudah beradaptasi terhadap lingkungan dan mudah dibudidayakan, (iv) tidak membutuhkan lahan luas, (v) dapat memanfaatkan limbah pertanian dan limbah industri pangan, (vi) menghasilkan daging secara efisien, (vii) menghasilkan beragam produk seperti daging, kulit, kulit-bulu, pupuk organik, kelinci hias, (viii) kualitas daging, protein tinggi dan rendah kolesterol.

Lebih jauh lagi pada dua-tiga tahun terakhir ini, di beberapa daerah yang sebagian rnungkin disebabkan oleh merebaknya flu burung, sehingga peternak ayam skala kecil mengalihkan usahanya ke kelinci. Khususnya di sentra produksi sayuran, seperti Brastagi, Karo (Sumatera Utara), Magelang (Jawa Tengah), Pangalengan (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur), dan Bedugul (Bali).

Dari beberapa sumber mengatakan bahwa beberapa limbah tanaman hortikultura dapat digunakan sebagai pakan ternak kelinci. Dalam pelaksanaannya ternak kelinci yang dipelihara di kawasan sayur-sayuran yang siap dipanen seperti wortel, buncis, kangkung, labu, dan daun loseh yang tumbuh secara liar merupakan sumber alternatif pakan kelinci yang sangat potensial.

Potensi Ternak Kelinci
Potensi ternak kelinci sebagai penghasil daging telah cukup lama dikenal. Sejak tahun 1980 kelinci telah diperkenalkan dan dikembangkan secara luas di Indonesia. Awalnya, tujuan beternak kelinci adalah untuk meningkatkan konsumsi protein hewani keluarga di pedesaan, dan dalam jumlah terbatas, untuk menghasilkan pupuk.

Potensi genetik keragamannya tinggi dalam pembentukan bibit unggul baru/hybrid, lebih dari 20 jenis hasil persilangan. Dari potensi reproduksinya ternak kelinci mampu melahirkan 10-11 x per tahun, memperoleh 2-11 anak per kelahiran (± 6 ekor), bunting dan menyusui pada saat bersamaan. Pertumbuhan kelinci sangat cepat 10-25 g/ekor/hari.

Ternak kelinci mampu memanfaatkan hijauan dan limbah pertanian/limbah pangan dan pakannya tidak bersaing untuk pangan dan mampu memanfaatkan protein hijauan secara efisien (cecotrophy). Dalam manajemen pemeliharaan, relatif mudah dalam pengelolaan dan sesuai untuk skala kecil, menengah dan besar.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

date

Jakarta - Berternak bagi sebagian orang mungkin suatu hal yang merepotkan dan sering dipandang tidak menjanjikan sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Padahal apabila jeli, lewat berternak banyak orang yang sukses dibisnis ini.

Yang menjadi masalahnya adalah sejauh mana kita memanfaatkan peluang atau bidang hewan apa yang kita akan geluti untuk dikembangbiakan.

Nah, ini ada kisah pengalaman Dedih pemilik Rabbit Collection yang sudah 10 tahun lalu menggeluti bisnis ternak kelinci. Hasilnya cukup lumayan.

Bermula dari lahan seluas 200 meter persegi dipekarangan rumahnya kawasan Cianjur, Puncak. Ia memberanikan diri untuk membeli 20 ekor kelinci indukan sebagai modal awal usahanya.

Sekarang ini, dari 20 ekor indukan kelinci itu sudah dihasilkan ribuan ekor kelinci yang telah dijualnya dan menghasilan jutaan rupiah yang masuk ke kantongnya.

"Dulu saya memulainya dari 20 indukan, dari 10 induk kelinci jantannya cuma 2, terus berkembang sampai sekarang," ujar Dedih.

Dedih menambahkan sekarang ini setidaknya setiap bulan, ia mampu menghasilkan 300 sampai 400 kelinci yang dijual ke berbagai kota di Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya seperti Indramayu, Cikarang, Cirebon dan lain-lain.

Kelinci yang dikembangkan oleh Dedih bukan sembarang kelinci. Tetapi kelinci-kelinci hias yang memiliki daya jual yang tinggi, meskipun ia juga mengembangkan kelinci pedaging khususnya kelinci lokal.

Yang menyenangkan dari beternak kelinci, tingkat produktifitas dari setiap indukan sangat tinggi. Dalam 1 sampai 2 bulan setiap indukan akan bisa hamil kembali dengan jumlah anak kelinci setiap kelahirannya mencapai 1 lusin lebih. Dalam usia 2,5 bulan kelinci-kelinci sudah siap dijual kepasaran.

"Kawin dalam sebulan bisa terjadi, keluar dari masing indukan paling banyak 13 sampai 14 ekor, paling jelek 5 atau 6 ekor," ujar Aditya Eka Yulian salah seorang rekan Dedih.

Harga kelinci hias yang Dedih jual bervarasi. Kelinci Anggora yang harga termurahnya Rp 100.000, kelinci Giant harga termurah Rp 150.000, kelinci Rax Rp 250.000, kelinci Fuzilup Rp 300.000 dan kelinci lokal yang hanya 50.000.

Dedih mengaku omset usaha ternak kelincinya bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan. Dengan memiliki 4 karyawan yang setia membantunya, ia berhasil menjadi wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Untuk memulai bisnis ini, menurut Dedih tidaklah susah. Yang penting adalah ketelatenan dari peternak, selain itu juga jangan lupa untuk terus menimba wawasan mengenai kelinci terutama dalam hal persilangan spesies kelinci.

Dedih merinci, dengan bermodal 20 ekor kelinci indukan, yang harga per ekornya mencapai Rp 500.000 sampai Rp 700.000 per ekornya, ia sudah bisa memulai bisnis ini. "Memilih indukan yang baik itu sangat penting," pesannya.

Namun jangan lupa, untuk investasi ini juga harus menyiapkan lahan dan kandang yang cukup sebagai
tempat untuk berternak. Untuk kandang bisa membuat kandang yang sederhana yang terbuat dari kayu dengan sirkulasi yang cukup dan luas penampang yang memadai.

Dengan modal kira-kira Rp 15 juta untuk indukan dan kandang sebenarnya sudah bisa memulai bisnis ini. Sedangkan untuk urusan pakan tidak harus pusing-pusing karena dengan rumput-rumput layu sudah bisa membuat kenyang para kelinci.

Bagi yang tinggal diperkotaan tidak perlu khawatir, Anda bisa memanfaatkan sisa-sisa sayuran dipasar seperti daun jagung bisa menjadi pilihan pakan yang digemari kelinci.

"Ternak kelinci biasanya terkendala dengan angin dan hujan, kelinci-kelinci bisa kembung. Enggak usah diberi makanan yang masih segar, justru yang harus layu kalau seger mencret," timpal Aditya.

Dikatakan Aditya, untuk merawat kelinci tidak rumit, yang penting kebersihan kandang menjadi nomor satu. Mengingat kelinci sangat rentan dengan penyakit-penyakit yang disebabkan lingkungan yang kotor.

"Kebersihan kandang utama, sehari sekali harus dibersihkan, penyakit yang paling sering menyerang hanya korengan, itu kalau kandangnya tidak bersih," jelas Aditya.

Dedih dan Aditya mengatakan bahwa prospek pasar kelinci di Indonesia cukup bagus. Terlebih lagi, sekarang ini hampir semua usia dari anak-anak hingga orang dewasa menggemari kelinci termasuk kelinci hias.

Bagi yang mengembangkan kelinci lokal untuk pedaging, tidak masalah sebab sekarang ini permintaan kelinci lokal dari restauran-restauran cukup tinggi terutama untuk sate kelinci.

Tertarik untuk menggeluti ternak hewan imut-imut ini, silakan hubungi:

Dedih dan Aditya Eka Yulian
Rabbit Collection
Jl. Pasir Kampung Sukatani, Pacet
Cianjur Jawa Barat

HP 085624687993 (hen/ir)

date

yuk kita bahas soal pakan kelinci, soalnya salah-salah makan,kelinci gampang kena mencret lho….

Kelinci termasuk jenis ternak pseudo-ruminant, yaitu herbivora yang tidak dapat merncerna serat-serat secara baik. Ia memferrmentasi pakan di usus belakangnya. Fermentasi hanya terjadi di caecum (bagian pertama usus besar) , yang kurang lebih merupakan 50% dari seluruh kapasitas saluran perncernaannya.

Sekitar umur tiga minggu kelinci mulai mercerna kembali kotoran lunaknya, langsung dari anus (proses ini di sebut caecotrophy) tanpa pengunyahan. Kotoran lunak itu terdiri atas konsentrat bakteri yang di bungkus oleh mokus.

Walaupun memiliki caecum yang besar, kelinci ternyata tidak mampu mencerna bahan-bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat dicerna oleh ternak ruminansia murni. Daya cerna kelinci dalam mengonsumsi hijauan daun mungkin hanya 10%.

Di alam, kelinci liar dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan jenis pakan yang di kehendaki. Jumlah pakan minimal dan ragam pakan dapat terpenuhi sehingga terjadi keseimbangan dalam pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya. Kalau kebutuhan itu tidak tercapai, dengan sendirinya kelinci berangsur-angsur gugur menghadapi seleksi alam.

Nah untuk kelinci yang di ternak dan hidupnya terbatas di sekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat di tentukan oleh perhatian dan perawatan dari si empunya. Jenis, jumlah, dan mutu pakan yang diberikan sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangbiakannya.

Pakan hijauan yang seimbang terdiri dari hijauan, hay (rumput kering), biji-bijian, umbi-umbian, dan konsentrat. yukk kita jabarin satu-satu…

  • Hijauan, sebagai makanan pokok kelinci lazim di berikan oleh peternak kelinci tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara lain rumput lapangan, limbah sayuran (kangkung,sawi,wortel,lobak,caisim,kol, daun singkong),daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun pepaya, talas, dll). Hijauan untuk pakankelinci jangan diberikan dalam bentuk ’segar’, tapi telah dilayukan terlebih dulu untuk mengurangi kadar airnya. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Pemberian pakan berupa kubis atau limbah sayuran lain akan membuat kencing kelinci keluar berlebihan. Soalnya limbah itu memiliki kandungan air tinggi.
  • Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu di keringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak, sekaligus mempertinggi kadar kandungan serat kasarnya. Bahan untuk hay antara lain rumput gajah, pucuk tebu, atau rumput lapangan menjelang berbunga. Daun kacang-kacangan yang dilayukan lalu di keringkan seperti hay, juga disukai kelinci.Ketika kelinci sakit terserang mencret, pemberian hijauan dihentikan. Sebagai gantinya diberikan 100% hay.
  • Biji-bijian Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat. Pakan ini diberikan terutama untuk kelinci bunting dan yang sedang menyusui. Jenis pakannya bisa jagung, padi, gandum,kedelai,kacang tanang, dan kacang hijau. Biji-bijian itu sebaiknya digiling atau ditumbuk lebih dulu. Kalau pemberian biji-bijian terasa mahal, dapat dimanfaatkan bekatul, bungkil tahu, bungkil kelapa, atau bungkil kacang tanah. Kelinci muda yang dibesarkan melulu dengan pakan hijauan, sampai umur empat bulan bobot hidupnya hanya sekitar 1.5 kg. Kalau pakannya di tambah bekatul atau biji-bijian,kelinci muda umur empat bulan bisa mencapai bobot rata-rata 4 kg untuk New Zealand White, Californian, dan kelinci potong lainnya.
  • Umbi-umbian Ubi jalar, songkong, uwi, talas dan umbi-umbi lainnya dapat diberikan untuk kelinci sebagia pakan tambahan. Sebaiknya umbi yang beracun seperti singkong jangan diberikan mentah, tapi sudah direbus dulu atau dikeringkan menjadi gaplek.
  • Konsentrat dalam peternakan kelinci berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan mempermudah penyediaan pakan. Konsentrat sebagai ransum diberikan sebagai pakan tambahan atau pakan penguat, kalau pakan pokoknya hijauan. Konsentran untuk kelinci dapat berupa pelet (buatan pabrik),bekatul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas tapioka, atau gaplek.
Yang pasti pemberian pakan-pakan itu mesti seimbang ya…. oo iya untuk hijauan, buat kelinci yang masih kecil atau yang masih di bawah 4 bulan, jangan terlalu banyak di kasih hijauan yaa… untuk menghindari mencret, kalau mau mengganti pakan jg jangan sekaligus, harus bertahap, kalau gak perut si kelinci akan kaget, dan bisa mencret. Kalau saya pribadi sih, buat kelinci kecil cukup di kasih pelet dan daun pisang untuk sehari-hari. Selamat mencoba ya…

date Selasa, 07 Juli 2009

Banyak dari sebagian teman-teman yang sering banget komentar, “kelinci itu lucu tapi terlalu gampang mati”

Dan komentar ini memang sebagian besar ada benarnya juga, jumlah kematian kelinci yang di sebabkan penyakit cukup tinggi, bisa berkisar 15% – 40%. Nah kematian yang paling tinggi terjadi dari masa kelahiran hingga penyapihan.

Faktor penyebab timbulnya penyakit bisa di sebabkan beberapa hal, misalnya : 1. Kelemahan dalam menjaga sanitasi kandang 2. pemberian pakan berkualitas jelek, 3. volume pakan kurang, 4. air minum kotor atau kurang, 5. kekurangan zat nutrisi (protein, vitamin, mineral), 6. tertular kelinci lain yang menderitasakit, 7. perubahan cuaca, 8. dll

Kelinci sakit menunjukkan gejala yang cukup mencolok. Antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, dan suhu badan naik turun. Untuk kelinci yang sakit baiknya di masukkan ke kandang karantina, untuk di rawat sendiri.

Nah untuk posting kali ini abang rabbit mau membahas penyakit kelinci yang sering menyebabkan kematian :

  • Enteritis Kompleks Penyakit ini menyerang alat pencernaan, dan menjadi penyebab kematian paling umum pada kelinci di peternakan. Korbannya anak-anak kelinci yang masih menyusu. Anak kelinci yang sembuh dari penyakit ini pertumbuhan selanjutanya kurang baik. Dikalangan peternak, penyakit ini di kenal dengan beberapa nama, antara lain kembung, mencret, dan bloat. Penyebabnya bisa karena udara lembap, basah, atau terkena angin malam secara langsung, dan cuaca jelek. Kembung juga bisa di sebabkan salah makanan, karena perbandingan serat kasar,protein, dan lemak tidak tepat. Gejala kembung, kelinci berdiri dengan posisi membungkuk, kaki depan agak maju. Daun telinga turun, mata suram memincing. Gigi berkerokot menahan sakit. Kelinci tampak haus, selalu mendekati air minum. Kaki depan di masukkan ke dalam tempat air minum. Ketika buang kotoran, warnanya hijau gelap, bau, lendir menggantung pada dubur. Penyebabnya kandungan serat kasar pakan terlalu tinggi, lebih dari 22%. Pengobatannya dapat dilakukan dengan menyingkirkan hijauan dan air minum yang tersedia.Selama satu hari kelinci diberi pakan hay atau daun kacang kering, diobati dengan antibiotik yang di berikan pada makanan induk yang sedang menyusui atau ke dalam air minumnya. Setelah sembuh dapat diberi pakan seperti biasa. Secara umum enteritis kompleks terjadi karena kelinci salah makanan, jenis makanan yang di berikan tidak cocok atau sering berubah macamnya, terlalu banyak makan hijauan basah, cuaca jelek,kondisi kandang jelek, dan anak kelinci terlalu cepat disapih. Kelinci dewasa yang kurang serat kasar, atau anak kelinci yang terlalu banyak memeperoleh serat kasar juga mudah terserang enteritis kompleks.
  • Pasteurellosis Penyakit ini sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Penyakit ini menyerang alat pencernaan. Penyebabnya kuman Pasteurella multocida. Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas. Infeksinya menjalar pada organ-organ lain, terutama uterus, testicles, dan kelenjar susu. Pencegahannya dapat dengan membuang kotoran yang lebih sering dengan dikombinasikan adanya ventilasi yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit karena pasteurellosis.
  • Young Doe Syndrome Penyakit ini terjadi pada kelinci-kelinci betina pada kelompok kelahiran yang pertama dan kedua. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi bengkak pada kelenjar susu. Kuman stapphylorus aureus memasuki kelenjar susu melaui luka pada kelenjar atau puting susu. Karena mastitis, suhu badan induk panas, nafsu makannya kurang. Puting susu bengkak dan keras, sehingga induk tak mau menyusui anaknya. Anaka-anak kelinci mati karena tak mendapatkan susu dari induknya. Induk sakit diisolasi. Penyakitnya dapat di sembuhkan kalau belum terlambat. Obatnya, suntikan dengan Penicilin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong atau Oxylin. Selain itu, kandang dibersihkan, di semprot atau di cucui dengan Asepto. Anak-anak kelinci selama induknya sakit di pelihara di kandang lain, diberi Rabbit milk, atau lebih mudahnya bisa di berikan susu kambing etawa sebagai alternatif.
  • Kokkidiosis, Penyakit ini terutama menyerang kelinci yang di pelihara di atas lantai. Penyebabnya kuman parasit (protozoa) yang menyerang usut atau hati. Parasit yang menyerang hati banyak menimbulkan kematian pada anak kelinci. Hati yang terserang kokkidiosis terlihat bercak-bercak puktih kalau di bedah. Penularan penyakit lewat mulut. Bibit penyakit lewat mulut. Bibit penyakit tertelan lewat makanan, air minum, atau sesuatu yang mengandung penyakit yang dijilati kelinci.Pada musim hujan yang panjang dan kondisi peternakan kotor, serangan penyakit ini mudah sekali timbul. Gejala nya kokkidiosis antara lain nafsu makan turun, badan kurus, lesu, dan berat badan terus merosot. Gigi berkerot-kerot menahan sakit, beraknya mencret bercampur darah atau berlendir putih. Pengobatannya, kelinci sakit di obati dengan obat-obatan yang mengandung sulfa untuk menghambat diare. Misalnya, sulfa quinoxalin, Trisulfa, Sulfa Strong, dan Noxal. Dapat juga diobati dengan Stop Diare yang mengandung Tetracycline, atau Eludron yang berupa obat tetes. Sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan ketat. Kandang harus bersih dan berventilasi baik. Udara dalam kandang pun segar karena sirkulasinya bagus. Membatasi kunjungan orang dipeternakan dan menjaga kualitas ransum agar bersih dan bermutu baik juga harus dilakukan.
  • Sembelit penyakit ini menunjukkan gejala tak bisa berak. Kencing sedikit sekali. Kelakuan kelinci sangat gelisah. Penyebabnya, pemberian ransum kering kurang diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup. Imbangan serat kasar dalam ransum kering dengan pakan hijauan kurang tepat. Kelinci kurang gerak karena kandang terlalu sempit. Pengobatannya dilakukan dengan memberi kelinci air minum sebanyak-banyaknya. Sediakan banyak hijauan, sayuran, atau buah-buahan. Selain itu, lepaskan kelinci di luar kandang agar mendapat udara segar dan bergerak sebanyak-banyaknya. Pakan yang seimbang antara ransum kering dan hijauan dapat mencegah terjadinya sembelit. Air minum dicukupi, tambahkan vitamin dan mineral untuk pelengkap gizinya. Kandang yang sudah sempit diganti dengan yang lebih lebar agar kelinci yang tinggal di dalamnya nyaman.
  • Pilek, gejalanya mudah hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh, selain itu juga sering bersin-bersin. Kaki depan selalu berusaha menggaruk hidung. Kaki dan bulu badannya ikut basah. Mata sembap, basah, berair. Penyebab penyakit susah dipastikan, mungkin bakteri atau virus. SIfat penyakit sangat menular, menyerang selaput lendir pada saluran hidung. Infeksi dapat menyebar ke tenggorok dan paru sehingga menimbulkan sesak napas. Langkah penanganannya, penderita harus di rawat. Hidung yang penuh ingus disemprot larutan antiseptik, kerak yang mengeras dibersihkan dengan air hangat. Obati kelinci dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold. Penyakit pilek mudah timbul kalau lingkungan kandang lengas dan basah. Sirkulasi udara yang jelek cepat membantu penyebarannya. Penularan pilek dapat dicegah kalau sanitasi kandang baik, populasi kandang tidak padat, volume pakan cukup dan tinggi nilai gizinya, ternak banyak bergerak, dan cukup mendapat sinar matahari pagi setiap hari.
  • Pneumonia alias radang paru menyerang alat pernapasan, yaitu paru-paru. Penyebabnya kuman Pasteurella Multocida. Gejalanya, kepala sering diangkat tinggi-tinggi karena susah bernapas. Mata dan telinga kebiru-biruan, kadang-kadang keluar cairan bernanah. Kotorannya encer. Penyakit ini biasanya menyerang kelinci yang kondisi badannya agak menurun, terutama induk menjelang melahirkan anak kedua atau ketiga kalinya. Penyebab awal,kelinci di kandang sering terkena aliran angin langsung., udara di dalam kandang lembap, dan pakan bergizi buruk.Penyakit radang paru sukar disembuhkan, kecuali kalau penderita memperoleh pengobatan ketika gejala sakit masih pada tahap permulaan. Obatnya Penicillin, Oxylin, atau Sulfa Strong yang diberikan lewat suntikan.
  • Kudis, penyakit ini menimbulkan gatal-gatal. Bagian tubuh yang terserang mula-mula kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, dan kemudian seluruh tubuh. Penyebabnya kutu Sarcoptes Scabiei sehingga penyakitnya disebut scabesiosis alias kudis. Kutu kudis berbentuk hampir bulat, berkaki empat pasang. Kutu jantan berukuran 0,2-0,24 mm, sementara betina 0,33-0,6 mm, kutu berkembang biak dengan telur, sekali bertelur 40-50 butir. Kutu betina masuk di bawah kulit dengan merusak lapisan kulit bagian atas. Kerusakan kulit menimbulkan luka dan gatal-gatal. Akibatnya timbul infeksi kulit. Kulit kemerah-merahan, bulu rontok, disertai gatal-gatal yang menyiksa. Saking seringnya kelinci menggaruk-garuk dan menggosok-gosokkan badan pada dinding kandang, seluruh badan kelinci akan penuh koreng. Badannya cepat kurus, makan tak mau, dan akhirnya bisa mati. Kelinci terkena kudis harus disingkirkan di kandang isolasi. Bersihkan kandang yang dihuni, lalu disemprot disenfektan (obat pembasmi hama; Asuntal, Neguvan, Notick) dengan cermat. Kandang dijemur dan dibiarkan kosong minimal sampai 15 hari. Untuk penanganannya,kelinci sakit di cukur bulunya di sekitar bagian yang kudisan. Cuci lukanya dengan air hangat. Setelah bersih dan di lap kering, olesi luka dengan obat kudis, misalnya salep belerang, Caviam, atau Scabicid Cream. Pengobatan dilakukan setiap dua hari sekali.
  • Kanker Telinga, penyakit ini di tandai rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kepala sering digoyang-goyangkan dan di geleng-gelengkan. Daun telinga digosok-gosokkan segingga kulit telinganya yang putih menjadi kemerah-merahan. Cairan keluar dari jaringan yang rusak, lalu mengeras membentuk kerak. Kelinci yang terserang menjadi kurus karena gelisah dan tak tenang. Penyakit ini di sebabkan kutu yang hidup di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Pada pangkal telinga agian dalam terdapat endapan sisik kekuning-kuningan. Kelinci yang sehat hidup berdekatan dengan penderita harus ikut diobati karena penyakit mudah menular. Bagian telinga yang terserang diolesi dengan obat pembasmi kutu. Obat dibuat dengan campuran 1 bagian jodium, 25 bagian minyak kelapa, dan 10 bagian alkohol. Obat di oleskan menggunakan kapas.

oke deh teman-teman segitu dulu yaa abang rabbit nulis ttg aneka penyakit kelinci. Sebenarnya sih masih banyak lagi, masih ada Ring worm, Favus, dll. Nanti pasti di lanjutin deh :)

Source : Buku Kelinci Potong & Hias By B Sarwono

date